Jumat, 11 September 2009

Saat ini aku ingin bagikan pendapatku, atau paling tidak perasaanku terhadap satu buku paling menakjubkan yang pernah kubaca. Judulnya Al-Qur'an.
Sampulnya berikan kesejukan kala ku melihatnya, judulnya berikan keteduhan ketika ku mengejanya. Dan rasa bahagia menyeruak segera kala kubaca isinya.
Sebulan terakhir ini, selalu kuluangkan waktuku untuk menikmati rangkaian huruf hijaiyyah dalam kitab itu. Terus terang, aku hanya tahu sebagian kecil makna dari segala bacaannya, namun aku selalu berusaha memahami artinya. Terkadang kusempatkan membaca terjemahannya, yang tertera pada kitab lain (namun tulisannya kecil-kecil, sehingga seringkali aku kesulitan membaca). Tak apa, demi buku yang paling bermutu menurut pandanganku.
Ramadhan ini, dalam sehari aku bisa membaca sampai tiga kali, sehabis sahur, setelah sholat dhuhur dan sepulang tarawih. Dan setiap satu kali baca, bisa habis satu surat! Ah, gitu saja kok bangga. Tentu banyak yang lebih hebat dariku.
Aku ingin cepat-cepat khatam Al-Qur'an... Sampai usiaku 12 tahun ini, aku baru sampai di juz 25. Padahal adik-adik kelasku di SD ada yang sudah khatam di usia mereka yang sangat muda! Iri deh... Makanya aku mau ngebut nih... Bukan hanya sekadar untuk menamatkan Al-Qur'an, namun lebih kepada kewajiban sebagai muslimah dan pahala yang akan diberikan-Nya... Jadi, kumohon do'anya, ya...
Rabu, 19 Agustus 2009
Ini jadi pengalamanku yang enggak kebayang sebelumnya, bahwa hari ultah Indonesia tercinta ini kulewati di Ponjong, Gunungkidul, bareng bapak, Tya dan Naya. Bapak selalu pintar bikin rencana seru!
Jadi, sebenernya tuh mau jalan-jalan gitu ke Gunungkidul, explore Gua Gremeng, hari Minggu-nya, tanggal 16 Agustus. Eeh, malah berangkatnya aja kesorean (jam 17.00 baru berangkat!) ya jelas harus nginep di sana deh...!
Sebenernya tanggal 17 itu, aku harus ikut upacara di sekolah... tapi kepalang udah sampai Gunungkidul, akhirnya ambil ijin deh. Hehehe... (ide bapak, tapi aku dukung juga sih).
Pagi hari tanggal 17 itu, di sepanjang jalan pedesaan kulihat banyak anak-anak dan kakak-kakak SMP-SMA pake seragam komplit menuju ke lapangan... buat upacara (tentu aja). Sayang aku nggak bisa ikutan, kan enggak bawa seragam.
Yah, seneng deh bisa ngerasain suasana beda 17-an di kota laen. Udah gitu, sore harinya bapak bikin flaying fox seru di depan mulut Gua Gremeng, bikin aku, Tya, Naya dan anak-anak desa do Ponjong bersorak girang! Habis itu udah pasti bapak langsung ngajak explore Gua Gremeng, tapi cuma sampai tempat di mana banyak ornamen uniknya. Puas deh!
Yap, satu lagi tambah pengalamanku yang nice and fun. I'll remember it forever...
Senin, 29 Juni 2009

Aku terlahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Aku punya dua orang adik perempuan yang bisa jadi monster, bisa juga menjelma malaikat kecil yang membuatku tersenyum. Mereka bernama Tya, duduk di kelas 2 SD dan Naya, kelas 1 SD.
Seperti kakak-adik pada umumnya... tentu saja kami sering bertengkar, namun bisa juga rukun dan bermain bersama. Saat ada masalah kecil, tentu saja sebagai kakak aku ingin dapat segera mengatasinya supaya tidak merembet ke masalah yang lebih besar. Tapi bagi Naya, adikku yang paling kecil, membuat onar dan bikin kakaknya marah merupakan pekerjaan rutin. Seolah kalau ia tidak mengganggu kakaknya sehari saja bisa sakit perut luar biasa. (Menyebalkan, memang, tapi dalam menyikapinya perlu tindakan bijaksana, bukan?)
Naya ini paling suka menggoda dan bikin marah Tya. Sepertinya ia baru merasa puas kalau sudah lihat Tya menangis atau berteriak-teriak. Aku jadi sedih melihatnya.
Biasanya, kalau sudah begitu, aku selalu mencoba mengalihkan perhatian keduanya supaya lekas melupakan apa yang telah terjadi... (sayang, ya, Echa enggak bisa menghipnotis, hehe). Kadang-kadang, dengan cara ini aku berhasil mencegah pertengkaran sengit antara Tya dan Naya. Tapi bisa juga habis itu mereka tetep marahan!
Pokoknya, bahaya deh kalau Tya sampai ngamuk. Apa-apa ditendang, dilempar, barang-barang di rumah langsung melayang semua!! Kalau Naya, kupikir enggak separah itu, tapi tingkahnya yang menyebalkan dan bikin jengkel itu lho, yang enggak kusuka!
Hmm... punya saudara memang ada suka-dukanya. Tapi semua itulah yang bikin hidup jadi berwarna. Semua pasti bisa dijalani dan ada hikmahnya... I LOVE MY SISTER...!!!
Rabu, 24 Juni 2009

Hari ini, Rabu, 24 Juni 2009, adalah hari bersejarah bagiku. Mulai pukul 08.00 s/d 12.00 siang tadi, digelar acara wisuda, sekalian juga Perpisahan dan Tutup Tahun kelas VI SD Muhammadiyah Kauman yang bertempat di Gedung SMKI Yogyakarta. (Lagi-lagi), Echa ditunjuk sebagai wakil wisudawan-wisudawati untuk menyampaikan sambutan singkat. Bangga bercampur deg-degan rasanya:D
Waktu salam-salaman dengan guru, Echa sangat terharu, bahkan hampir nangis. Untunglah cengengnya lagi enggak kambuh. Tapi bener, lho, acara ini benar-benar menyentuh. Rasanya kayak nggak bakal ketemu lagi sampai kapan pun. Padahal kan, rumah Echa deket sama SD, jadi bisa ngunjungi sekolah plus ketemu guru kalo ada waktu luang.
Setelah acara selesai, Echa dan teman-teman Echa menyempatkan diri berfoto bersama. Ini akan jadi kenangan indah dan tak akan terlupa bagi kami. Yah, kita memang harus berpisah untuk sementara waktu, sebab kita akan melanjutkan sekolah ke SMP yang berbeda-beda.
Namun semua itu kan, demi masa depan cerah dan untuk menggapai cita-cita kita. Suatu saat nanti, Echa berharap kita dapat berkumpul kembali. Lagipula kan, ada buku kenang-kenangan yang mencantumkan alamat dan nomor telepon selurus siswa kelas VI. Jadi tetap bisa komunikasi.
Sedih sih emang sedih... tapi kita nggak boleh berlarut-larut dalam kesedihan itu, kan?? Kita harus kembali menjalani kehidupan kita, biar nggak jalan ditempat alias mogok... hehehe, kok jadi nggak nyambung.
GOOD BYE ALL, DON'T 4GET ME, BE THE BEST 4EVER AND GOOD LUCK WHEREVER!!
Label: kisahku
Senin, 25 Agustus 2008
Aduh....
Udah lama ya Echa nggak nulis di sini....
habis Bapak jarang nganter ke warnet sih
Echa kan belum pasang internet di rumah
Oya,
tadi di sekolah waktu sholat dhuha berjamaah Echa nangis
gara-gara ingat Ibu..
Echa ingat bagaimana dulu Ibu membimbing Echa
tapi ya sudahlah..........
apa yang sudah terjadi biarkan saja
Echa kan tidak perlu meratapinya...
namun Echa akan selalu ingat
tentang kasih Ibu kepada beta :)
Label: kisahku



