Sabtu, 25 September 2010

Jarum jam dinding menunjuk angka satu
Matahari bersinar terik, membakar kulit
Tanah di luar gersang,
segersang kerongkongan ini.
Ketika kutilik meja makan
lalu meneguk segelas air
Kutemukan sepiring kue keju nikmat
Menanti untuk disantap.
Tanpa berpikir, langsung kulahap.
Pukul setengah dua siang,
Aku kembali ke kamar dengan perut kenyang
Rasa keju yang lezat masih membekas di lidahku
Seperti kenanganmu melekat di hatiku,
kawan,
Terimakasih atas kue kejumu!
Semoga bisa mengobati rindu.
-24.01.2010-
Label: Kerinduanku
Jumat, 28 Agustus 2009

Perasaan ini mendera hatiku, beberapa malam yang lalu. Saat Imam shalat tarawih melafalkan takbiratul ihram, sosok ibu terbayang jelas di mataku. Seakan mendukung kerinduanku, bergolak rasa hatiku, ketika terlintas pikiran; andai makmum di sampingku ini ibu.
Ah, tentu mustahil. Di sebelah kananku ada Tya dan Naya, mencoba shalat se-khusyu' mungkin. sedang di kananku berdiri seorang nenek yang menemani cucu kesayangannya. Aku tak tahu ibu ada di mana. Aku tak tahu apakah ibu juga berpuasa, atau mendirikan shalat tarawih pula di alam sana.
Setetes air mata sempat bergulir di pipiku. Hanya itu. Seiring do'a sang Imam yang ku-Amini, ketenangan mulai menghampiri hatiku. Do'aku tak akan pernah lupa kusampaikan untukmu, Bu. Tenang saja.
Selamat puasa, Bu, jika ibu juga melakukannya. Berbukalah dengan makanan nikmat dari Allah. Mohon maaf lahir batin, Bu, Sekar punya banyak kesalahan. Kalau ibu juga tarawih, mampirlah ke tarawihan di kampung. Akan kugelarkan sajadah hijau ibu di sampingku. Ah, aku rindu sekali saat-saat seperti itu.
Label: Kerinduanku, Perasaan
Sabtu, 25 Juli 2009

Pagi.
Aku duduk di bangku kelas,
sepi.
Aku merasa ada yang kurang hari ini.
Siang.
Lelah jemari ini menggenggam pena.
Ingin kulepas sejenak dahaga
...lewat butir kasih sayangmu yang lama tak kurasa.
Aku merindu orang yang melekat di hati.
Ah,
belum genap empat belas hari aku berpisah dari sekolah dasarku...
tak mengerti megapa getar rindu tiba-tiba datang menghampiriku...
I MISS YOU, MY SPECIAL TEACHER !
Untuk teman sekelasku yang mengalami nasib serupa... Mari kita poskan do'a untuk guru tercinta kita...
Label: Kerinduanku
Sabtu, 04 Juli 2009
Tujuh puluh lima tahun yang lalu (dihitung mulai tanggal 3 Juli 2009 kemarin), Eyang Kakung Echa lahir. Eyang Kakung Echa bernama Djoni Soendoro, tinggal di Semarang. Yangkung, Echa ucapkan selamat ulang tahun buat Yangkung. Semoga sehat selalu dan diberi umur yang panjang oleh Allah SWT. Jangan kecapekan, Eyang, makan yang teratur. Sebab kadang-kadang kalau Yangkung sudah asyik beres-beres rumah, makan pun terlupakan.
Di usia Yangkung yang sudah kepala tujuh ini, Beliau masih kuat dan gagah. Badannya tegap, tidak bungkuk. Yangti memang selalu memasak makanan yang sehat dan bergizi untuk dikonsumsi keluarga. Selain itu, Yangkung juga rajin olahraga tiap hari. Alhamdulillah, hingga saat ini pun Beliau masih sehat.
Maaf, Yangkung, Echa dan adik-adik tidak memberi kado apa-apa. Kami do'akan dari Yogya saja, ya, Eyang. Kami minta maaf karena belum bisa mengobati rindu Yangkung dan Yangti, sebab Echa masih sibuk mencari SMP sehingga belum bisa sowan ke Semarang.
Setiap kali Yangkung membaca posting ini, teriring pula salam hangat Echa, Tya dan Naya dari Yogya. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Eyang. Semoga Yangkung bahagia, dan jangan lupa sholat dan berdo'a, ya.
Salam sayang dan kangen, Echa.
*Sebenarnya tadinya Echa mau tulis ucapan ini di blog dengan bahasa jawa. Tapi... tidak sempat dan lumayan sesah juga. Hehehe... Maaf ucapannya terlambat sehari, ya, Eyang.
Label: Kerinduanku, Perasaan
Sabtu, 19 Januari 2008
Ah... nggak tau nih, kok tiba - tiba aku jadi pingin nulis apa aja...
Tapi aku paling pingin menceritakan kekangenanku sama Ibu yang udah sama Allah di Surga. Habisnya... kayaknya semua orang lagi sibuk dengan urusannya masing - masing. jadi nggak ada tempat buat menampung cerita-ceritaku kan?
Ah, padahal sekali membisikkan hal ini pada serumpun bunga saja hatiku udah lega kok... Nggak perlu panggil orang lain.. cukup aku dan Allah yang akan saling bertukar cerita.
Tapi...rasanya kok belum puas yah? Padahal 'kan, Allah adalah segala yang kita butuhkan...
Tapi..jadi teringat ibuku lagi nih... ngomongin siapa yang biasanya nemenin aku ngobrol,yang selalu jadi tempat curhatku.. Wah, pokoknya dulu ibuku adalah fasilitas yang paling komplit yang diberikan Allah untuk melengkapi kehidupanku. Tapi sayang...
Oh ya, ngomong-ngomong tadi aku baru aja ikut lomba baca puisi lho... Tapi belum rejekinya kali, jadi belum dapet juara...Tapi aku nggak kapok kok, kapan - kapan aku bakal ikut lomba lagi...
Eh, tapi aku juga sempet (hampir) nangis lho, teringat peserta lomba yang lain pada didampingi ibunya, sementara aku nggak...
Tapi yah, mau gimana lagi?
Jadi, kalian yang masih punya orang tua yang lengkap harus bersyukur ya, dan jangan lupa, tunjukin bakat dan prestasimu, mumpung beliau-beliau masih ada...
Label: Kerinduanku



